Moh. Adenan*
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember, Indonesia
Desi Dwi Prabaswara Puspita
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember, Indonesia
Suparman
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.19184/ijabah.v1i1.292
ABSTRACT
Bank Syariah Indonesia, Bank BSI, is a merger of bank state owned state as Bank Syariah Mandiri, BSM, Bank Negara Indonesia Syariah, BNIS, and Bank Rakyat Indonesia Syariah, BRIS to empower and develop sharia economic ecosystem and national halal industry. This study aims to analyze the differences financial performance before and after merger into BSI. This research utilized descriptive comparative financial ratio as follows Capital Adequacy, CAR, Non-Performing Financing, NPF, Return on Assets, ROA, and Short Term Mismatch, STM. The results concluded that the three banks state banks before the merger had categorized good in capital and asset quality, and after the merger they showed an increase so that their capital and asset quality became very good. The average profitability of Sharia banks before the merger was good, except Bank BSM was still not good, then after merger resulted into Bank BSI categorized better profitability. The liquidity of the three banks before the merger was not good, but after the merger, Bank BSI had increased so that it became very good. So the merger into Bank BSI can increase financial performance.
Keywords: Financial Performance, Sharia Banks, Mergers
ABSTRAK
Bank Syariah Indonesia (Bank BSI) merupakan hasil merger bank milik negara Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Negara Indonesia Syariah ( BNIS) dan Bank Rakyat Indonesia Syariah (BNIS) untuk memperkuat dan mengembangkan ekosistem ekonomi syariah dan industri halal nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah merger menjadi BSI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif rasio keuangan, seperti Kecukupan Pemenuhan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Non-Performing Financing (NPF), Return on Asset (ROA), dan Short Term Mismatch (STM). Hasil analisis dapat menyimpulkan bahwa ketiga bank BSM, BNIS dan BRIS sebelum merger memiliki permodalan dan kualitas aset baik, kemudian setelah merger permodalan dan kualitas aset menjadi sangat baik. Rasio rentabilitas rata-rata bank syariah sebelum merger tergolong baik kecuali Bank BSM masih kurang baik, kemudian hasil merger Bank BSI semakin baik. Rasio likuiditas ketiga bank sebelum merger tergolong kurang baik namun sesudah merger Bank BSI telah menjadi sangat baik. Dengan demikian secara keseluruhan merger Bank BSI dapat meningkatkan kinerja keuangan.
Keywords: Kinerja Keuangan, Bank Syariah, Merger
REFERENCES
Alpin. (2021). BRI Syariah Ganti Nama Jadi Bank Syariah Indonesia. https://www.radarbogor.id/2021/01/29/bri-syariah-ganti-nama-jadi-bank- syariah-indonesia/,
Antasari, R. R., & Fauziah. (2018). Hukum Bisnis. Malang: Setara Press.
Bayu, D. (2022). Sebanyak 86,9% Penduduk Indonesia Beragama Islam. Dataindonesia.Id. https://dataindonesia.id/ragam/detail/sebanyak-869-penduduk-indonesia-beragama-islam,
Dewi, F. K. (2021). Dampak Merger Bank Syariah Terhadap Perkembangan Perekonomian Syariah Di Masa Pandemi Covid-19. Republika.Co.Id. https://retizen.republika.co.id/posts/11165/dampak- merger-bank-syariah-terhadap-perkembangan-perekonomian-syariah-di-masa-pandemi-covid-19
Dewi, I. A. G. K., & Purnawati, N. K. (2016). Analisis Kinerja Keuangan Perbankan Sebelum Dan Sesudah Akuisisi Pada Bank Sinar Bali. E-Jurnal Manajemen Unud, 5((6)), 3504–3531.
Esterlina, P., & Firdausi, N. N. (2017). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 47(2), 39–40.
Fahmi, I. (2014). Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Ghofur. (2018). Pengantar Ekonomi Syariah: Konsep Dasar, Paradigma, Pengembangan Ekonomi Syariah. Jakarta: Rajawali Pers.
Hanafi, M. M., & Halim, A. (2016). Analisis Laporan Keuangan. UPP STIM YKPN.
Hartono. (2018). Konsep Analisa Laporan Keuangan dengan Pendekatan Rasio dan SPSS (Edisi 1).
Yogyakarta: Deepublish.
Haryanti, C. S. (2015). Analisis Perbandingan Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Telekomunikasi (Studi Kasus BEI). Serat Acitya, 4(2), 52–86.
Khoiriyah, S. M. (2021). Analisis Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Rasio Keuangan Solvabilitas (Study Kasus Bank Central Asia Syariah Periode 2015-2019). Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro.
Marcelino, R. (2021). Analisis Merger pada Bank Syariah Indonesia. Yoursay.Suara.Com. https://yoursay.suara.com/kolom/2021/12/23/122337/analisis-merger-pada-bank-syariah- indonesia
Ramadhan, K. D., & Syarfan, L. O. (2016). Analisis Laporan Keuangan Dalam Mengukur Kinerja Perusahan Pada PT. Ricky Kurniawan Kertapersada (Makin Group) Jambi. Jurnal Valuta, 2(2), 190–207.
Suryawathy, I. G. A. (2014). Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Merger Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika JINAH, 3(2), 1123–1133.
Wardiyah, M. L. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Pustaka Setia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008. Perbankan Syariah. 16 Juli 2008.
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 94. Jakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007. Perseroan Terbatas. 16 Agustus 2007.
Lembaran Negara TAHUN 2008 Nomor 106. Jakarta. Kementrian BUMN.
Published
01-04-2023
Issue
Vol. 1 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Sharia Economics, Business, and Halal Studies
Pages
46-56
License
Copyright (c) 2023 Indonesian Journal of Sharia Economics, Business, and Halal Studies
How to Cite
Adenan, M., Puspita, D. D. P., & Suparman, S. (2023). Analisis Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Merger Pada PT. Bank Syariah Indonesia. IJABAH, 1(1), 46-56.