Fahimatul Anis
Universitas Jember, Indonesia
Fajar Surya Hutama
Universitas Jember, Indonesia
Dyta Agnes Layung Sari
Universitas Jember, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.19184/jipsd.v13i1.6005
ABSTRAK
Penanaman nilai-nilai toleransi sejak usia dini merupakan aspek penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang berlandaskan Pancasila. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi PINTAR (Pameran Interaktif Budaya Nusantara) sebagai inovasi pembelajaran untuk membangun nilai toleransi pada siswa sekolah dasar. Siswa diajak mengenal dan menghargai keberagaman budaya daerah di Indonesia. Adapun penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kegiatan. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi ini terbukti meningkatkan empati, sikap menghargai perbedaan, serta rasa kebanggaan terhadap budaya bangsa. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pembelajaran melalui pameran interaktif budaya nusantara menjadi salah satu media efektif dalam membangun nilai-nilai toleransi secara kontekstual dan menyenangkan. Keunggulan dari strategi PINTAR adalah siswa belajar melalui pengalaman langsung (experiental learning). Siswa tidak hanya membaca atau mendengar keberagaman namun dapat menampilkan budaya daerah berupa mendemonstrasikan pakaian adat daerah masing masing.
Kata kunci: Pameran Interkatif Budaya Nusantara ;Toleransi.
ABSTRACT
The inculcation of tolerance values from an early age is a crucial aspect in shaping the character of future generations grounded in Pancasila. This article aims to describe the implementation of the PINTAR strategy (Interactive Exhibition of the Archipelago’s Culture) as an innovative learning approach to instill tolerance values among elementary school students. Through this strategy, students are encouraged to recognize and appreciate the cultural diversity of Indonesia’s regions. This study employs a qualitative descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation of learning activities. Data analysis techniques included data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that this strategy effectively enhances students’ empathy, respect for differences, and pride in national culture. The results also demonstrate that learning through interactive cultural exhibitions serves as an effective medium for fostering tolerance values in a contextual and enjoyable manner. The advantage of the PINTAR strategy is that students learn through direct experience (experiential learning). Students not only read or hear about diversity but also showcase regional culture by demonstrating their respective traditional clothing.
Keywords: Interactive Exhibition of Indonesian Culture;Tolerance.
REFERENCES
Aggraeni, M., Febriyanti, S. A., Rustini, T., & Wahyuningsih, Y. (2022). Pengembangan sikap toleransi siswa sekolah dasar pada keberagaman di Indonesia. 7(I), 16–24.
Ayane, Z. T., & Mihiretie, D. M. (2024). Developing good person and citizen through civic and ethical education in Ethiopia: A content analysis of secondary school textbooks. Social Sciences and Humanities Open, 10(March). https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.100913
Creswell, J. W. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Pustaka Pelajar.
Demarest, L., & Kuppens, L. (2025). Opportunities or risks for civic education in electoral democracies? Evidence from Nigeria. International Journal of Educational Development, 117(August 2024), 0–2. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2025.103316
Desyandri, D. (2018). Nilai-Nilai Kearifan Lokal untuk Menumbuhkembangkan Literasi Budaya di Sekolah Dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan, 27(1), 1–9. https://doi.org/10.17977/um009v27i12018p001
Dewi Romantika Tinambunan, Marly Meani Silalahi, Muthi’ah Lathifah, Al Firman, Andre Dwi Putra Sinaga, & M Iqbal. (2025). Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Sarana Penguatan Wawasan Kebangsaan dalam Membangun Masyarakat yang Toleran. Jurnal Pendidikan Dan Kewarganegara Indonesia, 2(2), 23–32. https://doi.org/10.61132/jupenkei.v2i2.242
Irfan, I., Shaleh, S., & Velayati, M. A. (2023). Strategi Pengembangan Kecerdasan Sosial dalam Perspektif Multikultural pada Peserta Didik di Sekolah Dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan, 32(1), 57–73. https://doi.org/10.17977/um009v32i12023p57-73
Nisa, K., Yusman;, M., & Ropii, R. (2016). Pengembangan Model Bahan Ajar Berdimensi Karakter Lokal Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan di SD. 1, 22–35.
Nuswantari, N. (2018). Model pembelajaran nilai-nilai toleransi untuk anak sekolah dasar. Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 8(1), 41. https://doi.org/10.25273/pe.v8i1.2255
Patras, Y. E., Japar, M., Rahmawati, Y., & Hidayat, R. (2025). Integration of Culturally Responsive Teaching Approach, Local Wisdom, and Gamification in Pancasila Education to Develop Students’ Multicultural Competence. Educational Process: International Journal, 14. https://doi.org/10.22521/edupij.2025.14.45
Pratama, A. A. P., Zainuddin, M., & Sutansi, S. (2021). Pengembangan Media Monopoli Edukatif Materi Keberagaman Budaya Dengan Penguatan Karakter Cinta Tanah Air di Sekolah Dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan, 30(2), 97. https://doi.org/10.17977/um009v30i22021p097
Purwati;, Darisman, D., & Faiz, A. (2022). Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan. Basicedu, 6(3), 3729–3735.
Rusdiana, A. T., & Atok, R. Al. (2024). Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal: Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Volume 9(Nomor 3), hlm: 287-294. http://journal2.um.ac.id/index.php/jppk/article/view/7820/3749
Sutaryanto, Budiono, & Rapi, S. (2017). Pengembangan Model Pembelajaran Lintas Budaya Monokultur Pada Siswa Sekolah Dasar. Universitas PGRI Madiun, 1(2), 193–200.
Tamaeka, V. (2022). Penanaman Nilai-Nilai Toleransi Melalui Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 14(1), 14–22.
Widiyanto, D. (2017). Pembelajaran Toleransi dan Keragaman dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Prosiding Konferensi Nasional Kewarganegaraan III, November, 109–115.
Yoldaş, Ö. B. (2015). Civic Education and Learning Democracy: Their Importance for Political Participation of Young People. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 174(286), 544–549. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.01.703
Yulianti, & Dewi, D. A. (2021). Penanaman Nilai Toleransi dan Keberagaman Suku Bangsa Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 60–70.
Yunita, S., Andini, D. R., Khansa, L., & Nadira, N. (2025). Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Sistem Pendidikan Multikultural di Indonesia. Indonesian Journal of Learning Studies (IJLS), 5(2), 64–68.
Published
28-02-2026
Issue
Pages
45-51
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar